Akar Taro: Umbi Sederhana yang Dapat Mendukung Pencernaan, Mengurangi Kembung, dan Menjaga Tulang Kuat Setelah Usia 60
Tidak banyak orang menyadari bahwa akar taro (Colocasia esculenta) bisa membantu pencernaan, berpotensi mengurangi kembung, dan mendukung kesehatan tulang—terutama setelah usia 60 tahun. Apakah Anda sudah pernah mencobanya?
Bayangkan umbi yang sering diabaikan di kebun ternyata menyimpan manfaat untuk kebugaran harian. Akar taro telah menjadi bagian dari makanan tradisional berbagai budaya selama ratusan tahun. Jika Anda ingin tahu apa saja manfaat taro dan cara mengolahnya dengan aman, simak penjelasan berikut sampai akhir.

Mengapa Setelah Usia 60 Tubuh Membutuhkan Dukungan yang Lebih “Ramah”?
Seiring bertambahnya usia, khususnya setelah 60 tahun, menjaga energi dan vitalitas sering terasa lebih menantang. Beberapa keluhan yang umum antara lain:
- Mudah lelah dan tenaga cepat habis
- Ketidaknyamanan pencernaan (misalnya begah atau kembung)
- Tulang terasa makin rentan dan kekuatan fisik menurun
Tidak sedikit orang kemudian bergantung pada suplemen mahal atau makanan ultra-proses, padahal belum tentu cocok untuk pencernaan atau memberi nutrisi yang benar-benar dibutuhkan tubuh. Karena itu, banyak yang mulai mencari pilihan alami, sederhana, terjangkau, dan mudah diterapkan.
Lalu bagaimana jika umbi taro yang mungkin tumbuh diam-diam di sekitar rumah justru bisa menjadi salah satu dukungan alami tersebut?
1) Kaya Nutrisi Penting: Serat, Kalium, dan Antioksidan
Salah satu alasan taro menarik adalah profil nutrisinya. Umbi ini mengandung:
- Serat, yang membantu kerja pencernaan
- Kalium, penting untuk fungsi otot dan dukungan sistem kardiovaskular
- Antioksidan alami seperti polifenol, yang membantu melindungi sel dari kerusakan
Dalam beberapa budaya kuno di Polinesia, taro bahkan dianggap sebagai makanan “berharga” karena mampu menopang komunitas dengan asupan energi dan rasa kenyang yang baik.
2) Mudah Ditanam dan Relatif Terjangkau
Taro cenderung tumbuh baik di kondisi hangat dan lembap, dan pada situasi tertentu bisa ditanam di pot besar. Jika Anda sudah menanamnya, taro bisa menjadi sumber pangan rumahan yang ekonomis—berbeda dengan banyak produk “kesehatan” yang harganya tinggi.
3) Berpotensi Membantu Energi Stabil dan Pencernaan Lebih Nyaman
Taro merupakan sumber karbohidrat kompleks yang cenderung melepaskan energi lebih perlahan. Ini dapat membantu tubuh menghindari rasa “naik turun” energi yang ekstrem.
Selain itu, kandungan seratnya dapat mendukung:
- Mengurangi rasa penuh berlebih/“kembung” pada sebagian orang
- Membantu pergerakan usus lebih teratur
- Mendukung kesehatan saluran cerna, yang semakin penting di usia lanjut
4) Dukungan untuk Jantung dan Tulang
Umbi taro juga mengandung mineral seperti kalium serta sejumlah kalsium yang berperan dalam:
- Menjaga keseimbangan tekanan darah (kalium berkontribusi pada keseimbangan elektrolit)
- Mendukung pemeliharaan kepadatan tulang (melalui asupan mineral yang memadai)
Dalam tradisi Hawaii, taro kerap diolah menjadi pasta bernama poi, yang dikonsumsi secara rutin—termasuk oleh lansia—sebagai makanan yang mengenyangkan dan menunjang vitalitas.
5) Serbaguna dan Mudah Masuk ke Menu Harian
Keunggulan lain taro adalah teksturnya yang mudah diolah dan rasanya yang cenderung lembut. Anda bisa:
- Merebus
- Memanggang
- Mengukus
- Menghaluskan menjadi bubur atau campuran lauk
Karena rasanya tidak “menyengat”, taro mudah dipadukan dengan banyak bahan lain.
Cara Mengolah Akar Taro dengan Aman (Panduan Praktis)
Untuk memulai, pilih umbi kecil—sekitar seukuran kepalan tangan.
- Kupas kulitnya menggunakan pisau atau pengupas.
- Bagian kulit mengandung kalsium oksalat, yang dapat memicu rasa gatal atau iritasi bila tidak ditangani dengan benar.
- Cuci bersih setelah dikupas.
Opsi 1: Taro Rebus yang Sederhana
- Potong dadu.
- Rebus dalam air selama 20–30 menit hingga benar-benar empuk.
- Tiriskan, lalu haluskan dengan garpu.
- Tambahkan sejumput garam bila diinginkan.
Takaran yang wajar untuk mencoba: sekitar ½ cangkir, 1–2 kali per minggu untuk memperoleh nutrisi tanpa berlebihan.
Opsi 2: Air Rebusan Taro untuk Pencernaan
- Rebus potongan taro yang sudah dikupas dalam 2 cangkir air selama ±10 menit.
- Saring.
- Minum ½ cangkir per hari.
Kesalahan Penting yang Harus Dihindari
- Jangan pernah mengonsumsi taro mentah. Umbi mentah mengandung kalsium oksalat tinggi yang dapat menyebabkan iritasi pada mulut, tenggorokan, atau lambung.
- Wajib kupas dan masak sampai matang sempurna.
- Hindari konsumsi berlebihan: pada sebagian orang, makan lebih dari 1 cangkir per hari dapat memicu ketidaknyamanan pencernaan.
Cara Menyimpan dan Ide Variasi Menu
- Simpan umbi segar di tempat sejuk dan gelap; umumnya bisa bertahan hingga sekitar 1 bulan.
- Untuk variasi, taro yang sudah dihaluskan dapat dicampur santan untuk hasil yang lebih lembut dan mengenyangkan.
Intinya: Menu Alami Kecil Bisa Berdampak Besar
Menu sehat tidak harus rumit. Menambahkan bahan alami yang bernutrisi dapat membantu tubuh:
- Menjaga energi lebih stabil
- Mendukung pencernaan yang nyaman
- Menopang kesehatan secara umum seiring bertambahnya usia
Akar taro bukan “obat ajaib”, tetapi bisa menjadi tambahan yang menarik dalam pola hidup sehat.
Jika Anda belum pernah mencobanya, cari taro di pasar terdekat atau pertimbangkan menanamnya. Mulailah dari porsi kecil dan perhatikan respons tubuh.
- Orang dengan masalah ginjal, artritis, atau yang menggunakan obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum rutin mengonsumsi taro, karena kandungan oksalat dapat memengaruhi kondisi tertentu.
Catatan Penting
Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan saran medis profesional. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan yang kompeten sebelum menerapkan kebiasaan makan atau praktik alami baru.


