Banyak Orang Memakai Baking Soda untuk Keriput dan Flek—Tapi Kapan Sebenarnya Efektif?
Banyak orang mencoba baking soda (sodium bicarbonate) untuk membantu menyamarkan keriput, flek hitam, dan kulit kusam—namun jarang ada yang menjelaskan kapan metode ini benar-benar bekerja dan apa batasannya.
Pernah melihat konten “before-after” di media sosial? Di satu sisi tampak garis kerutan yang jelas, noda gelap, dan kulit terlihat lelah. Di sisi lain, kulit tampak lebih halus, cerah, bahkan terlihat lebih muda. Klaimnya menggoda: cukup krim rumahan dari baking soda yang dipakai sebelum tidur, hasilnya bisa seperti “mundur usia” bertahun-tahun. Pertanyaannya: apakah itu realistis?
Banyak orang memang mencari cara yang alami, murah, dan mudah untuk menghadapi perubahan kulit seiring usia—seperti kendur, warna tidak merata, atau hiperpigmentasi. Karena umum ditemukan di dapur, baking soda pun menjadi tren viral dalam perawatan kulit. Namun, kenyataannya tidak sesederhana yang tampak di foto. Di bawah ini penjelasan yang lebih masuk akal, termasuk risiko dan alternatif yang lebih aman.

Apa yang Sebenarnya Dilakukan Baking Soda pada Kulit?
Baking soda dikenal memiliki sifat sedikit abrasif (berbutir halus) dan bersifat basa (alkalis). Sementara itu, kulit yang sehat cenderung memiliki pH agak asam, yang berperan penting untuk:
- menjaga skin barrier tetap kuat
- mempertahankan kelembapan alami
- membantu melindungi kulit dari iritan dan mikroorganisme
Jika digunakan sebagai eksfoliator ringan, baking soda dapat membantu mengangkat sel kulit mati di permukaan. Efek yang sering terlihat adalah kulit terasa lebih halus dan tampak sedikit lebih cerah sesaat setelah pemakaian. Sebagian orang juga merasa tekstur kulit terlihat membaik atau tidak terlalu kusam.
Bagaimana dengan flek hitam?
Sedikit efek “mencerahkan” biasanya terjadi karena pengelupasan lapisan teratas membuat sel kulit yang lebih baru terlihat. Namun, metode ini tidak menargetkan pembentukan pigmen di lapisan kulit yang lebih dalam, sehingga hasilnya cenderung ringan dan sementara.
Bagaimana dengan keriput?
Eksfoliasi bisa membantu menghaluskan tampilan garis halus karena permukaan kulit lebih rata. Tetapi penting dipahami: baking soda tidak merangsang kolagen dan tidak memulihkan elastisitas kulit. Karena itu, ia bukan solusi untuk keriput dalam atau kulit kendur.
Di banyak tutorial, baking soda sering dicampur dengan bahan yang terasa “melembapkan” seperti madu atau minyak kelapa agar kulit tidak terlalu kering dan terasa lebih lembut setelahnya.
Resep Baking Soda Rumahan yang Paling Sering Dibagikan
Berikut beberapa variasi yang populer di internet (dengan pola pemakaian yang umumnya sama: singkat, bilas, lalu hidrasi):
-
Pasta dasar
- Campurkan 1–2 sdt baking soda dengan air atau gel aloe vera hingga menjadi pasta.
- Oleskan selama 5–10 menit, lalu bilas lembut.
-
Versi lebih “melembapkan”
- Campurkan 1 sdm baking soda, 2–3 sdm minyak kelapa, dan 1 sdt madu.
- Pijat sangat ringan pada wajah bersih, diamkan 5–15 menit, lalu bilas.
-
Campuran dengan yogurt
- Campurkan baking soda dengan yogurt plain.
- Yogurt mengandung asam laktat yang lembut dan komponen yang dapat terasa menenangkan pada sebagian orang, sehingga kulit bisa terasa lebih halus.
Setelah eksfoliasi, gunakan pelembap dan pastikan memakai tabir surya keesokan harinya karena kulit bisa menjadi lebih sensitif terhadap matahari.
Risiko yang Perlu Dipertimbangkan
Walaupun terlihat “aman” karena bahan dapur, baking soda dapat mengganggu pH alami kulit karena sifatnya yang basa. Bila terlalu sering dipakai, ini bisa:
- melemahkan lapisan pelindung kulit (skin barrier)
- memicu kering, perih, kemerahan, dan iritasi
- membuat kulit lebih mudah sensitif terhadap produk lain
Selain itu, eksfoliasi berlebihan berisiko menimbulkan mikro-luka, inflamasi, atau rasa panas/cekot-cekot. Jika Anda memiliki kulit sensitif, rosacea, atau eksim, praktik ini sebaiknya dihindari.
Yang juga penting: tidak ada bukti ilmiah kuat bahwa baking soda mampu menghilangkan keriput dalam, mengencangkan kulit, atau menghapus flek secara permanen. Banyak hasil “viral” bisa dipengaruhi oleh efek sementara dari pengelupasan, perubahan pencahayaan, atau filter.
Alternatif yang Lebih Aman untuk Kulit Cerah dan Sehat
Jika tujuan Anda adalah kulit yang lebih bagus secara bertahap dan natural, pilihan di bawah ini umumnya lebih ramah untuk barrier kulit:
- Vitamin C: membantu kulit tampak lebih cerah dan mendukung pengurangan tampilan noda seiring waktu.
- Niacinamide: membantu meratakan warna kulit dan memperkuat skin barrier.
- Hyaluronic acid: menarik dan mengikat air, membantu kulit terasa kenyal dan menyamarkan garis halus karena hidrasi.
- Eksfoliator lembut: seperti asam laktat atau enzim buah, yang biasanya lebih terukur dan tidak terlalu mengganggu pH kulit.
Di atas semua itu, kebiasaan paling berdampak untuk mencegah flek dan menjaga kolagen adalah tabir surya setiap hari.
Cara Lebih Aman Menggunakan Baking Soda (Jika Tetap Ingin Mencoba)
Bila Anda masih penasaran, lakukan dengan pendekatan yang minim risiko:
- lakukan patch test di area kecil terlebih dulu
- batasi pemakaian maksimal 1–2 kali seminggu
- selalu buat pasta yang diencerkan—jangan oleskan bubuk langsung
- setelahnya, hidrasi kulit dengan pelembap
- hentikan segera bila muncul perih, panas, atau iritasi
Kebiasaan Sederhana yang Bisa Lebih Berdampak
Sering kali, perubahan kecil yang konsisten memberi hasil lebih baik daripada “resep instan”. Salah satu kebiasaan sederhana: memijat wajah dengan lembut selama 1–2 menit setiap malam menggunakan ujung jari yang bersih. Ini dapat membantu:
- mendukung sirkulasi
- membantu produk skincare lebih nyaman digunakan
- menciptakan rutinitas self-care yang menenangkan
Kunci kulit yang tampak sehat biasanya bukan trik ekstrem, melainkan konsistensi, kelembutan, dan menghormati barrier alami kulit.


