Rempah Langka yang Mungkin Membantu Redakan Cemas dan Mood Swing Menjelang Menstruasi—Begini Cara Kerjanya
Jika Anda berada di usia reproduktif, Anda mungkin familiar dengan hari-hari menjelang menstruasi saat semuanya terasa lebih berat. Emosi naik turun tiba-tiba, mudah tersinggung, rasa cemas, atau kesedihan yang begitu dalam sampai aktivitas sederhana pun terasa sulit. Pada sekitar 3–5% perempuan, keluhan ini tidak berhenti pada PMS biasa, melainkan berkembang menjadi Gangguan Disforik Pramenstruasi (PMDD/TDPM) yang dapat mengganggu kualitas hidup, hubungan, dan produktivitas kerja.
Banyak orang memilih terapi medis konvensional, tetapi tidak sedikit yang mencari opsi yang lebih “lembut”. Menariknya, ada rempah kuno yang sudah lama digunakan dalam kuliner yang kini kembali menjadi sorotan penelitian modern karena diduga berpengaruh pada mood perempuan.

Memahami TDPM: Lebih Serius daripada PMS Biasa
TDPM umumnya muncul pada fase luteal—periode setelah ovulasi hingga sebelum menstruasi. Gejalanya bisa mencakup:
- Perubahan emosi yang intens (mudah marah, sedih, cemas)
- Kelelahan
- Sulit fokus
- Gangguan tidur
- Perubahan nafsu makan
Gejala ini bukan “sekadar perasaan”. TDPM berkaitan dengan interaksi yang rumit antara hormon dan neurotransmiter (misalnya serotonin). Bagi banyak perempuan, ini menciptakan pola bulanan yang menguras energi mental dan fisik.
Apa Kata Riset tentang Safron (Açafrão)
Sebuah uji klinis tahun 2020 meneliti 120 perempuan dengan TDPM. Peserta dibagi menjadi tiga kelompok selama dua minggu pada dua siklus menstruasi:
- Kelompok yang mendapat fluoksetin
- Kelompok yang mendapat safron 15 mg, 2 kali sehari
- Kelompok plasebo
Hasilnya menunjukkan perbaikan pada semua kelompok, namun safron memberikan manfaat yang bermakna dibanding plasebo dan dalam beberapa aspek menunjukkan hasil yang sebanding dengan obat, dengan catatan efek samping cenderung lebih sedikit.
Komponen aktif safron seperti crocin dan safranal diduga memengaruhi sistem serotonin dan dopamin, yang berperan penting dalam regulasi suasana hati.
Bagaimana Safron Dapat Membantu Mood Menjelang Menstruasi
Safron berasal dari bunga Crocus sativus dan dikenal memiliki sifat antioksidan serta potensi neuroprotektif. Sejumlah studi mengindikasikan safron dapat:
- Membantu menyeimbangkan neurotransmiter yang terkait dengan mood
- Mengurangi stres oksidatif, yang relevan dalam perubahan biologis selama siklus menstruasi
Dalam penelitian tersebut, dosis yang digunakan adalah 30 mg per hari (dibagi menjadi dua kali konsumsi). Sebagian perempuan melaporkan penurunan iritabilitas dan mood swing yang lebih terasa, sementara yang lain merasakan perubahan yang lebih halus.
Cara Menggunakan Safron dengan Aman
Jika Anda ingin mencoba safron untuk membantu gejala TDPM, pertimbangkan panduan berikut:
- Pilih produk berkualitas: Utamakan ekstrak yang terstandarisasi dengan informasi kadar crocin/safranal.
- Gunakan pada waktu yang tepat: Fokus pada fase luteal (sekitar 2 minggu sebelum haid).
- Dosis yang umum dipakai dalam studi: 15 mg, 2 kali sehari, sebaiknya bersama makanan.
- Pantau respons tubuh: Catat perubahan mood, kualitas tidur, energi, dan fokus.
- Gabungkan dengan kebiasaan sehat: Tidur cukup, pola makan yang mendukung (misalnya kaya magnesium, omega-3, dan vitamin B kompleks).
- Waspada kondisi tertentu: Hindari jika sedang hamil, dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan bila Anda mengonsumsi obat (terutama yang memengaruhi mood).
Alternatif yang lebih ringan adalah teh safron (beberapa helai direndam dalam air panas, bisa ditambah madu). Efeknya bisa menenangkan, tetapi dosisnya tidak setepat suplemen.
Kebiasaan yang Dapat Menguatkan Hasil
Untuk membantu mengurangi gejala TDPM secara menyeluruh, kebiasaan berikut sering dianggap mendukung:
- Tidur 7–9 jam setiap malam
- Olahraga ringan secara rutin
- Mengurangi kafein dan alkohol
- Latihan napas, mindfulness, atau meditasi
- Tetap melakukan pemantauan dan konsultasi profesional bila diperlukan
Apa Artinya Ini untuk Anda?
Temuan studi tahun 2020 memberi perspektif yang relevan: safron berpotensi menjadi dukungan alami untuk gejala TDPM, dengan kemungkinan efek samping lebih minim dibanding beberapa obat pada sebagian orang. Namun, ini bukan solusi ajaib—safron lebih tepat dipandang sebagai salah satu alat dalam strategi yang seimbang dan personal.
Setiap tubuh berbeda. Kunci utamanya adalah mencoba dengan sadar, mengamati perubahan secara objektif, dan mencari arahan profesional bila perlu.
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
-
Berapa lama sampai terlihat hasilnya?
Umumnya dalam 1–2 siklus menstruasi. -
Apakah 30 mg per hari aman?
Secara umum dianggap aman untuk orang dewasa sehat dalam jangka pendek, namun tetap konsultasikan dengan tenaga kesehatan. -
Bolehkah dikombinasikan dengan suplemen lain?
Mungkin bisa, tetapi penting untuk memastikan tidak ada interaksi—sebaiknya diskusikan dengan profesional.
Peringatan Penting
Konten ini bersifat informatif dan bukan pengganti saran medis. Selalu konsultasikan dengan tenaga kesehatan sebelum memulai suplemen atau terapi apa pun.


