Mengapa Ada Orang Menaruh Bawang di Telapak Kaki? Asal-Usul, Kepercayaan, dan Penjelasan Sains
Di media sosial, sering muncul klaim bahwa “orang Tiongkok menaruh bawang di kaki”. Kenyataannya, gagasan ini lebih dekat dengan tradisi pengobatan rakyat yang dikenal di berbagai budaya Asia, bukan prosedur medis resmi dalam kedokteran modern.
Berikut penjelasan asal kebiasaan ini, manfaat yang dipercaya, serta apa yang benar-benar didukung oleh ilmu pengetahuan.
Dari Mana Asal Praktik Ini?
Kebiasaan menempelkan bawang pada telapak kaki umumnya dikaitkan dengan Pengobatan Tradisional Tiongkok dan beberapa sistem pengobatan kuno lain yang meyakini adanya hubungan antara titik-titik pada kaki dan organ tubuh.

Dalam tradisi tersebut, biasanya dipercaya bahwa:
- Kaki memiliki titik-titik energi yang terhubung dengan bagian tubuh lain.
- Bawang dianggap “membersihkan” atau “memurnikan” karena sifatnya yang kuat dan aromanya tajam.
- Menaruh bawang di kaki saat tidur disebut-sebut dapat memberi efek “detoks” atau membantu mengeluarkan “racun”.
Perlu ditekankan: praktik ini bukan bagian dari kedokteran ilmiah modern, melainkan ritual atau kebiasaan turun-temurun.
Manfaat yang Dipercaya Secara Populer
Orang yang menjalankan kebiasaan ini sering menyebut beberapa manfaat berikut:
- Membantu mengeluarkan racun dari tubuh
- Mengurangi bau tidak sedap pada kaki
- Membantu melancarkan peredaran darah
- Membantu menurunkan demam
- Mendukung daya tahan tubuh
- Membuat tidur terasa lebih nyenyak
Namun, untuk sebagian besar klaim di atas, bukti ilmiah yang kuat masih sangat terbatas atau tidak tersedia.
Apa yang Memang Bisa Dilakukan Bawang?
Walau bawang tidak “menyembuhkan penyakit dari telapak kaki”, bawang memang memiliki beberapa sifat yang dikenal luas:
- Memiliki potensi antibakteri dan antioksidan
- Mengandung quercetin, senyawa yang berkaitan dengan efek antiinflamasi
- Berpotensi membantu menghambat mikroorganisme jika terjadi kontak langsung pada permukaan kulit
Artinya, menaruh bawang di kaki tidak terbukti mendetoksifikasi tubuh, tetapi dalam beberapa kasus bisa membantu mengurangi bau kaki karena berhubungan dengan penurunan bakteri permukaan (yang sering menjadi penyebab bau).
Jadi, Benar-Benar Berfungsi atau Tidak?
Menurut sudut pandang medis modern:
- Tidak ada bukti bahwa bawang di telapak kaki dapat detoks, menyembuhkan flu, atau “membersihkan” organ tubuh.
- Umumnya praktik ini tidak berbahaya, kecuali pada orang dengan alergi atau iritasi kulit.
- Ini lebih tepat dianggap sebagai ramuan rumahan tradisional yang sebagian orang lakukan karena kebiasaan atau karena memberi rasa nyaman.
Kesimpulan
Menaruh bawang di telapak kaki memiliki akar budaya dan terkait kepercayaan dalam pengobatan tradisional, tetapi tidak seharusnya menggantikan perawatan medis.
Jika seseorang mengalami demam berkepanjangan, nyeri, tanda infeksi, atau keluhan kesehatan lain yang mengkhawatirkan, langkah terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.


