Demam Tinggi pada Anak: Panduan Praktis untuk Orang Tua
Demam adalah respons alami tubuh saat melawan infeksi. Namun, demam tinggi bisa menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Pada anak-anak, demam umumnya dianggap tinggi ketika suhu tubuh melewati 38,5°C (101,3°F).
Apa yang Harus Dilakukan Saat Anak Mengalami Demam Tinggi
-
Tetap tenang
- Demam tidak selalu berarti kondisi berbahaya. Dalam banyak kasus, ini adalah cara tubuh memperkuat pertahanan terhadap kuman.
-
Pastikan anak cukup cairan (hidrasi)

- Berikan air putih, kaldu, atau larutan rehidrasi oral untuk membantu mencegah dehidrasi, terutama jika anak berkeringat atau tampak lemas.
-
Pakaikan pakaian yang ringan
- Hindari membungkus anak dengan pakaian tebal atau selimut berlebihan karena hal ini dapat membuat suhu tubuh semakin naik.
-
Pantau suhu secara berkala
- Ukur suhu setiap beberapa jam untuk melihat apakah demam membaik, menetap, atau meningkat.
-
Ciptakan kondisi istirahat yang nyaman
- Biarkan anak beristirahat di lingkungan yang tenang, sejuk, dan nyaman agar tubuh lebih mudah pulih.
Tanda Bahaya: Kapan Harus Segera ke Dokter
Segera konsultasikan ke dokter anak jika muncul salah satu dari kondisi berikut:
- Demam 39°C (102°F) atau lebih yang tidak turun meski sudah dilakukan perawatan di rumah.
- Sulit bernapas, sangat mengantuk, atau tampak bingung.
- Kejang yang berkaitan dengan demam.
- Muntah terus-menerus, tanda dehidrasi, atau muncul ruam yang tidak biasa.
Jangan Mengobati Sendiri (Hindari Swamedikasi)
Jangan memberikan obat tanpa arahan tenaga medis, terutama antibiotik yang tidak diperlukan karena bisa berdampak buruk. Jika perlu obat penurun demam, gunakan antipiretik yang direkomendasikan dokter anak, dan patuhi dosis serta frekuensi pemberiannya.
Kesimpulan
Demam tinggi pada anak tidak selalu berbahaya, tetapi tetap membutuhkan pemantauan yang cermat. Menjaga hidrasi, memantau suhu, memastikan istirahat, serta mengenali tanda bahaya adalah langkah penting agar penanganan bisa dilakukan tepat waktu.
Penting: Bila anak mengalami demam tinggi atau gejala yang mengkhawatirkan, selalu konsultasikan dengan dokter anak untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang aman.


