Sarcopenia dan Kesehatan Otot: Bukan Hanya Soal Protein
Saat membahas sarcopenia—penurunan massa dan kekuatan otot yang berlangsung bertahap seiring bertambahnya usia—topik yang paling sering muncul hampir selalu protein. Padahal, menurut para ahli nutrisi dan geriatri, ada mineral penting yang kerap terabaikan namun sangat menentukan agar otot dapat bekerja optimal, berkontraksi dengan benar, dan tetap kuat dari tahun ke tahun.
Mineral tersebut adalah magnesium.
Mengapa Magnesium Sangat Penting untuk Fungsi Otot?
Magnesium terlibat dalam lebih dari 300 reaksi biokimia di dalam tubuh. Di jaringan otot, perannya tergolong krusial karena membantu:

- Mendukung kontraksi dan relaksasi otot agar berjalan normal
- Membantu sintesis protein otot, proses penting untuk menjaga dan membangun massa otot
- Menekan peradangan kronis tingkat rendah yang dapat mempercepat penurunan fungsi tubuh
- Memperbaiki komunikasi saraf dan otot, sehingga gerak lebih stabil dan terkoordinasi
- Mendukung produksi energi sel (ATP) yang diperlukan otot untuk bekerja
Tanpa kadar magnesium yang memadai, bahkan pola makan tinggi protein pun bisa kurang efektif dalam mempertahankan massa otot.
Mengapa Kekurangan Magnesium Lebih Sering Terjadi Setelah Usia 60?
Seiring bertambahnya umur, tubuh cenderung mengalami perubahan yang membuat magnesium lebih mudah “tertinggal”, seperti:
- Penyerapan magnesium di usus menurun
- Pembuangan lewat ginjal berlangsung lebih cepat
- Kehilangan magnesium meningkat akibat stres, penggunaan obat tertentu, serta pola makan rendah makanan alami
Karena itu, banyak orang lanjut usia mengalami tanda-tanda yang sering dikaitkan dengan rendahnya magnesium, misalnya:
- Otot terasa lemah
- Kram malam hari
- Kelelahan berkepanjangan
- Penurunan kekuatan dan keseimbangan
Makanan Sumber Magnesium yang Baik
Untuk mendukung kesehatan otot dan membantu mencegah sarcopenia, para ahli menyarankan memasukkan sumber magnesium ke menu harian, seperti:
- Biji labu dan biji bunga matahari
- Almond, kenari, dan hazelnut
- Sayuran hijau seperti bayam, daun Swiss chard, dan brokoli
- Buah seperti pisang dan alpukat
- Kacang-kacangan (legum) serta oat gandum utuh
- Kakao murni dan cokelat hitam (secukupnya)
Pola makan yang beragam umumnya dapat memenuhi sebagian besar kebutuhan magnesium harian.
Cara Memaksimalkan Manfaat Magnesium untuk Otot
Agar dampaknya lebih optimal, magnesium bekerja paling baik bila didukung oleh kebiasaan sehat berikut:
- Latihan kekuatan yang ringan dan rutin
- Asupan protein berkualitas
- Tidur dan istirahat yang cukup
- Hidrasi yang baik
Sebagian orang juga merasa konsumsi magnesium pada sore atau malam hari dapat membantu relaksasi otot dan membuat tidur lebih nyenyak.
Kesimpulan
Protein memang penting, tetapi tanpa magnesium, otot tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya. Menjaga kecukupan magnesium adalah salah satu strategi yang efektif untuk melawan sarcopenia, mempertahankan kekuatan, dan menjaga mobilitas saat memasuki usia dewasa dan lanjut.
Pemberitahuan Penting
Konten ini bersifat informatif. Sebelum mengonsumsi suplemen magnesium atau membuat perubahan besar pada pola makan, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan, terutama bila Anda memiliki gangguan ginjal atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu.


