Kandungan Berbahaya dalam Deadly Nightshade (Atropa belladonna)
Deadly Nightshade atau Atropa belladonna termasuk salah satu tanaman paling beracun di dunia. Tingkat toksisitasnya sangat tinggi karena mengandung alkaloid tropana, terutama:
- Atropin
- Skopolamin
- Hiosiamin
Ketiga zat ini mengganggu kerja sistem saraf dengan cara menghambat asetilkolin, yaitu neurotransmiter yang berperan penting dalam gerakan otot dan berbagai fungsi tubuh lainnya. Ketika asetilkolin terblokir, tubuh dapat mengalami serangkaian gejala berat, seperti:
- Pupil mata membesar (melebar)
- Mulut dan tenggorokan terasa sangat kering
- Halusinasi dan kebingungan
- Detak jantung cepat dan tidak teratur
- Kelumpuhan otot
- Kematian pada dosis tinggi
Tanaman ini tergolong tanaman beracun mematikan, bahkan dalam jumlah kecil.

Mengapa Atropa belladonna Sangat Berbahaya?
Bahaya utama Atropa belladonna terletak pada fakta bahwa seluruh bagian tanaman bersifat toksik: daun, batang, akar, dan terutama buahnya.
- Buah buni (berries) merupakan bagian paling berisiko.
- Buahnya tampak menarik, berwarna gelap dan mengilap, serta tampak seperti buah liar yang manis.
- Anak-anak sangat rentan karena cenderung tertarik pada buah yang terlihat seperti makanan.
Diperkirakan hanya beberapa butir buah saja sudah cukup untuk menyebabkan kematian pada anak, dan sedikit lebih banyak untuk orang dewasa.
Apakah Deadly Nightshade Bisa Digunakan dengan Aman?
Meskipun sangat beracun, Atropa belladonna telah lama digunakan dalam dunia pengobatan dan kecantikan, tentu dengan dosis yang sangat terkontrol.
1. Pengobatan Tradisional dan Medis
Dalam sejarah pengobatan tradisional, belladonna pernah digunakan sebagai:
- Pereda nyeri
- Obat untuk merilekskan otot
- Penanganan mabuk perjalanan (motion sickness)
Dalam kedokteran modern, atropin yang diambil dari belladonna digunakan dalam dosis ketat, misalnya untuk:
- Melebarkan pupil mata saat pemeriksaan mata oleh dokter spesialis
- Menangani beberapa kasus keracunan zat saraf (nerve agents) atau overdosis obat tertentu
Penggunaan ini hanya aman jika dilakukan oleh tenaga medis terlatih dengan dosis yang tepat.
2. Kosmetik dan Kecantikan
Pada masa Renaisans di Eropa, perempuan menggunakan tetes belladonna di mata untuk:
- Membuat pupil melebar
- Memberi kesan mata yang lebih “menggoda” dan menarik
Namun, praktik ini sangat berisiko karena dapat menyebabkan:
- Penglihatan kabur
- Kerusakan mata permanen
- Kebutaan pada penggunaan berlebihan
3. Racun dan Alat Pembunuhan
Secara historis, Atropa belladonna juga dikenal sebagai:
- Bahan racun yang digunakan oleh pembunuh bayaran dan tokoh politik
- Senjata yang sulit terdeteksi karena gejalanya dapat menyerupai penyakit alami
Kekuatan racunnya menjadikannya salah satu tanaman favorit dalam kasus peracunan di masa lalu.
Haruskah Tanaman Ini Dihindari?
Ya, sebaiknya dihindari sepenuhnya kecuali ditangani profesional.
Beberapa poin penting:
- Tanaman ini tidak aman untuk dikonsumsi dalam bentuk apa pun oleh orang awam.
- Penggunaan medis hanya boleh dilakukan dengan:
- Resep dan pengawasan dokter
- Dosis yang sangat terukur
- Eksperimen mandiri dengan tanaman ini, misalnya membuat ramuan atau mencoba sedikit buah/daunnya, sangat berbahaya dan berpotensi fatal.
Jika seseorang tanpa sengaja memakan atau mengunyah bagian apa pun dari Atropa belladonna:
- Segera cari pertolongan medis darurat
- Jangan menunggu gejala memburuk, karena keracunan dapat berkembang dengan cepat dan mengancam jiwa
Deadly Nightshade adalah contoh klasik bahwa tidak semua tanaman herbal bersifat aman. Meskipun punya sejarah dalam pengobatan, risiko keracunan dan kematian menjadikannya tanaman yang harus diperlakukan dengan sangat hati-hati dan tidak boleh digunakan sembarangan.


