Cara Menanam Jamur dari Jamur Toko di Rumah
Menumbuhkan jamur di rumah menggunakan jamur yang dibeli di supermarket adalah kegiatan yang menyenangkan, hemat biaya, dan bisa jadi sumber pangan berkelanjutan. Berikut panduan langkah demi langkah cara menanam jamur tiram (atau jenis lain) dari jamur yang sudah jadi.
Peralatan dan Bahan yang Dibutuhkan
- Jamur tiram dari toko (boleh jenis jamur lain, tetapi jamur tiram paling mudah)
- Stoples kaca steril dengan tutup (untuk menumbuhkan miselium)
- Biji-bijian: jagung, gandum, atau wheat berries (media untuk memperbanyak miselium)
- Jerami atau serbuk gergaji kayu (sebagai substrat tempat jamur tumbuh)
- Botol plastik atau kantong plastik bening (wadah fase pembuahan)
- Air bersih dan botol semprot (sprayer/misting bottle)
- Kapas atau filter kecil untuk tutup stoples (agar ada sirkulasi udara tanpa kontaminasi)
- Karet gelang atau tali (untuk mengikat kantong atau botol)
Langkah 1: Membuat Starter Miselium
- Ambil beberapa bagian jamur tiram dari toko, terutama bagian batangnya.
- Potong batang jamur menjadi potongan kecil-kecil.
- Siapkan stoples yang sudah disterilkan dan diisi dengan biji-bijian yang sudah direbus (misalnya jagung atau gandum).
- Masukkan potongan jamur ke dalam stoples berisi biji-bijian.
- Tutup stoples dengan tutup yang diberi lubang kecil berisi kapas atau filter agar udara bisa keluar-masuk tanpa membawa kuman.
- Simpan stoples di tempat gelap dengan suhu sekitar 20–25°C selama 7–14 hari.
- Tunggu hingga miselium berwarna putih menyebar dan menutupi biji-bijian. Inilah yang disebut grain spawn (miselium pada biji).
Langkah 2: Menyiapkan Substrat Tumbuh
Substrat adalah media utama tempat jamur akan membentuk tubuh buah (bagian yang kita panen).
Cara menyiapkan jerami atau serbuk gergaji:

- Rendam jerami dalam air semalaman hingga benar-benar basah.
- Rebus atau kukus jerami/serbuk gergaji selama kurang lebih 1 jam untuk membunuh bakteri dan jamur pesaing.
- Tiriskan dan biarkan dingin sampai mencapai suhu ruang.
Mencampur dengan spawn:
- Di tempat yang bersih, campurkan jerami/serbuk gergaji yang sudah dingin dengan grain spawn dari Langkah 1.
- Masukkan campuran tersebut ke dalam botol plastik atau kantong plastik.
- Padatkan isi botol/kantong secara perlahan agar tidak ada rongga udara besar.
- Buat beberapa lubang kecil pada plastik sebagai ventilasi udara.
Langkah 3: Fase Inkubasi
- Simpan botol atau kantong yang sudah diisi substrat dan grain spawn di tempat hangat dan gelap selama 2–3 minggu.
- Periksa secara berkala. Substrat yang sehat akan perlahan tertutup miselium putih.
- Jika seluruh substrat sudah berwarna putih, berarti miselium telah mengkolonisasi sepenuhnya dan siap masuk ke fase pembuahan.
Langkah 4: Fase Pembuahan (Fruiting)
- Pindahkan botol atau kantong yang sudah penuh miselium ke tempat lembap, memiliki sirkulasi udara baik, dan mendapat cahaya tidak langsung (bukan sinar matahari langsung).
- Buat beberapa sayatan kecil atau sobekan pada plastik sebagai tempat jamur keluar.
- Semprot permukaan plastik dan area sekitar dengan air 2–3 kali sehari untuk menjaga kelembapan tinggi.
- Dalam waktu sekitar 5–10 hari, jamur tiram akan mulai muncul dari sayatan pada plastik.
Langkah 5: Panen Jamur
- Panen jamur ketika tudung (kap) sudah terbuka penuh namun belum terlalu tua.
- Pegang rumpun jamur, lalu pelan-pelan putar dan tarik hingga terlepas dari substrat.
- Lanjutkan menyemprot air secara rutin untuk mendorong terbentuknya beberapa gelombang panen (flush) berikutnya.
- Selama substrat masih kuat dan tidak terkontaminasi, Anda bisa mendapatkan beberapa kali panen dari satu media tanam.
Penutup
Dengan metode ini, jamur yang Anda beli di toko dapat diolah menjadi sumber bibit untuk menumbuhkan jamur baru di rumah. Cara menanam jamur tiram dari jamur supermarket ini bukan hanya hemat, tetapi juga membantu menciptakan pasokan jamur yang lebih berkelanjutan untuk konsumsi harian Anda. Selamat mencoba budidaya jamur rumahan!


